Jakarta:Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan barisan muda NU membentuk Densus 99 Anti Teror. Untuk menjinakkan bom mereka tak memiliki keahlian dalam menggunakan alat khusus. Mereka hanya bermodalkan kekuatan dari kekebalan tubuh.Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As'ad Said Ali saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/7).
"Jadi itukan cuma punya ilmu kebal aja itu. Jinakin bom artinya itu nggak mempan itu kalau bomnya meledak itu. Jadi kalau kabel bomnya di kotek-kotek trus meledak, ya dia nggak apa-apa. Itu maksudnya," ungkap As'ad.
As'ad mengatakan dirinya dan PBNU mendukung pembentukan Densus 99 asalkan tunduk kepada aturan-aturan negara dalam melakukan aksinya [baca: PBNU Dukung Densus 99]. Ia juga menjelaskan Densus 99 ini diciptakan untuk mendukung ketenangan masyarakat dari gerakan radikal yang ada saat ini. Terutama gerakan radikal yang mengatasnamakan agama.
"Ya kita ini ingin menciptakan ketenangan hati masyarakatlah. Selama ini kan masyarakat dalam merasa ketakutan bahwa kok begini ada isu pembiaran gitu kan, jadi terkesan ada pembiaran, makanya warga jadi ketakutan kan. Nah makanya harus ada yang berani melakukan itu dan NU berani melakukan itu pada saat dipanggil ya kita harus berani. Jadi nanti malalui GP Ansor nanti. Karena itukan bentukan GP Ansor," tutupnya. (MEL)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar