
Pasukan NATO di Afghanistan (Foto: Euronews)
KABUL - Pasukan koalisi internasional North Atlantic Treaty Organization (NATO) di Afghanistan mengakui tiga orang anak kecil tewas dalam serangan pasukan koalisi di Provinsi Helmand. Mereka mengaku menyesal dengan kejadian ini.
Namun pasukan NATO tetap membela diri dalam insiden ini. Mereka tengah menyelidiki kemungkinan bahwa pihak militan Taliban menggunakan anak-anak untuk meletakan bom yang ditujukan kepada pasukan NATO.
Serangan artileri NATO itu berlangsung pada Minggu (14/10/2012) lalu, setelah mereka mendapatkan informasi adanya beberapa pihak yang meletakan bom di jalan yang biasa dilalui oleh konvoi militer di distrik Nawa.
Lewat informasi tersebut, pasukan keamanan NATO (ISAF), melihat ada lima sosok orang yang berada di jalanan tersebut. Ketika dua dari sosok itu pergi, pihak NATO langsung mengambil langkah penanggulan terhadap mereka yang dianggap telah menggali lubang untuk bom.
Serangan artileri berupa roket pun diizinkan untuk dilesakan kepada korban yang tengah menggali lubang. NATO sebelumnya memastikan tidak ada warga sipil di sekitar target mereka. Beberapa menit kemudian, warga Afghanistan tiba ke lokasi serangan dan membawa jasad dari nyawa tak berdosa itu ke truk. Tidak lama kemudian pasukan NATO pun menghentikan truk yang membawa korban dan mengidentifikasi mereka.
"Seluruh penggali itu diidentifikasi berasal dari keluarga yang sama. Mereka berusia 12, 10 dan 8 tahun," pernyataan pihak ISAF, seperti dikutip The New York Times, Kamis (18/10/2012).
Menggambarkan serangan itu, juru bicara komando militer NATO setempat Letnan Kolonel Stewart Upton mengatakan, "sepertinya kelompok Taliban menggunakan anak-anak untuk meletakan bahan peledak. Taliban tahu resiko yang mereka hadapi (bila meletakan bom itu sendiri)."
Namun anggota keluarga korban memberikan penjelasan berbeda mengenai insiden tersebut. Menurut mereka, anak-anak itu tengah mengumpulkan kotoran yang digunakan oleh para petani untuk dijadikan bahan bakar. Anak-anak yang menjadi korban itu, berada tidak jauh dimana Taliban meletakan bom dan beberapa anggota Taliban pun turut tewas dalam kejadian ini.
NATO mengaku menyesali peristiwa ini. Mereka pun bermaksud untuk mendatangi rumah korban ledakan, sebagai tanda belasungkawa mereka atas tewasnya tiga bocah tersebut.
Namun pasukan NATO tetap membela diri dalam insiden ini. Mereka tengah menyelidiki kemungkinan bahwa pihak militan Taliban menggunakan anak-anak untuk meletakan bom yang ditujukan kepada pasukan NATO.
Serangan artileri NATO itu berlangsung pada Minggu (14/10/2012) lalu, setelah mereka mendapatkan informasi adanya beberapa pihak yang meletakan bom di jalan yang biasa dilalui oleh konvoi militer di distrik Nawa.
Lewat informasi tersebut, pasukan keamanan NATO (ISAF), melihat ada lima sosok orang yang berada di jalanan tersebut. Ketika dua dari sosok itu pergi, pihak NATO langsung mengambil langkah penanggulan terhadap mereka yang dianggap telah menggali lubang untuk bom.
Serangan artileri berupa roket pun diizinkan untuk dilesakan kepada korban yang tengah menggali lubang. NATO sebelumnya memastikan tidak ada warga sipil di sekitar target mereka. Beberapa menit kemudian, warga Afghanistan tiba ke lokasi serangan dan membawa jasad dari nyawa tak berdosa itu ke truk. Tidak lama kemudian pasukan NATO pun menghentikan truk yang membawa korban dan mengidentifikasi mereka.
"Seluruh penggali itu diidentifikasi berasal dari keluarga yang sama. Mereka berusia 12, 10 dan 8 tahun," pernyataan pihak ISAF, seperti dikutip The New York Times, Kamis (18/10/2012).
Menggambarkan serangan itu, juru bicara komando militer NATO setempat Letnan Kolonel Stewart Upton mengatakan, "sepertinya kelompok Taliban menggunakan anak-anak untuk meletakan bahan peledak. Taliban tahu resiko yang mereka hadapi (bila meletakan bom itu sendiri)."
Namun anggota keluarga korban memberikan penjelasan berbeda mengenai insiden tersebut. Menurut mereka, anak-anak itu tengah mengumpulkan kotoran yang digunakan oleh para petani untuk dijadikan bahan bakar. Anak-anak yang menjadi korban itu, berada tidak jauh dimana Taliban meletakan bom dan beberapa anggota Taliban pun turut tewas dalam kejadian ini.
NATO mengaku menyesali peristiwa ini. Mereka pun bermaksud untuk mendatangi rumah korban ledakan, sebagai tanda belasungkawa mereka atas tewasnya tiga bocah tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar